Pembatasan Konsumsi Bahan Bakar Minyak

PT Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan Pembatasan Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Infrastruktur Jawa, Madura, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) serta beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan telah siap untuk menerapkan pembatasan BBM bersubsidi itu. Selain itu, Pertamina menambah oulet SPBU yang menjual Pertamax.

"Pertamina telah menyiapkan produk substitusi berupa Pertamax dan solar ekstra di SPBU serta depot untuk mengantisipasi pembatasan BBM bersubsidi itu," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Djaelani Soetomo, di Jakarta, Senin 29 November 2010.

Sedangkan untuk wilayah Indonesia timur, menurut Djaelani, Pertamina mengutamakan alokasi pembagian BBM bersubsidi di wilayah Maluku, Papua, sebagian Sulawesi, Kalimantan, dan NTT karena infrastruktur seperti depot yang belum tersedia.

"Untuk daerah Indonesia timur tetap disuplai premium, tidak ada pengalihan ke pertamax," katanya.

Mulai 1 Januari 2011, pemerintah akan memberlakukan larangan penggunaan premium bagi kendaraan bermotor. Dua opsi yang akan dikenai larangan adalah semua jenis mobil pribadi atau hanya mobil pribadi yang dikeluarkan tahun 2005 ke atas.

Pertamina, kata Djaelani, terus melakukan upaya terkait penghematan BBM bersubsidi itu, antara lain dengan menambah outlet SPBU yang menjual pertamax.

Untuk region III Jabodetabek, Pertamina telah menambah 75 SPBU yang menjual pertamax. Region IV Jawa Tengah dan DIY, Pertamina menambah 56 SPBU serta region V Jawa Timur, Madura dan Bali sebanyak 99 SPBU.

"Pertamina terus mempercepat penambahan outlet SPBU yang menjual BBM nonsubsidi," katanya. Demikian catatan online Standardisasi tentang Pembatasan Konsumsi Bahan Bakar Minyak.