Penambang Bitcoin Gunakan Listrik Kepolisian

Sebuah penambangan kripto bitcoin ilegal di Warsawa, Polandia ditutup usai pihak kepolisian menemukan bahwa operasi tersebut dilakukan di kantor mereka sendiri.

Juru bicara kepolisian Mariusz Ciarka mengatakan, pelaku penambangan bitcoin tersebut adalah seorang pegawai sipil dan bukan petugas kepolisian.

Kepada saluran berita Polandia TVN24, Ciarka juga menyebut bahwa penambang tersebut mencoba mencuri listrik untuk melakukan penambangan bitcoin.

"Sayangnya ini terjadi di kantor polisi," kata Ciarka seperti dilansir dari abc.net.au pada Rabu (4/8).

Selain itu, ia menambahkan bahwa perangkat yang digunakannya tidak terhubung ke database kepolisian.

"Kasusnya sebagian besar menyangkut pencurian listrik, yang dikonsumsi oleh apa yang disebut 'penambangan mata uang kripto'," kata Ciarka dikutip dari Beincrypto.

Penyelidikan

Ia menambahkan, dugaan kejahatan penambangan bitcoin ilegal itu sebenarnya sudah ditemukan dengan "cukup cepat." Namun mereka tidak mengungkapkan secara rinci waktunya.

TVN24 melaporkan bahwa penambang tersebut telah ditangkap. Jaksa juga sedang menyelidiki kejadian tersebut.

Selain itu, investigasi masih dilakukan untuk mencari tahu apakah pelaku bekerja sendiri atau ada orang lain yang bekerja bersama dirinya dalam aksi tersebut.

Proses Penambangan Kripto

Penambangan kripto merupakan proses komputer mencetak mata uang virtual baru dan memvalidasi transaksi. Proses ini membutuhkan banyak energi dan tenaga.

Proses biasanya melibatkan sejumlah komputer canggih yang membentuk "rig"--dirancang khusus untuk menjalankan perhitungan yang kompleks, yang diperlukan untuk memelihara jaringan cryptocurrency.

Meski membutuhkan banyak energi, harus diakui proses penambangan tersebut bisa menguntungkan dengan setiap bitcoin yang saat ini bernilai lebih dari sekitar US$ 52 ribu.

Harga bitcoin yang mahal sendiri memang kerap membuat beberapa penambang ilegal beraksi. Di Malaysia pertengahan Juli lalu misalnya, seorang penambang mencuri listrik untuk seribu rig ilegal.

Hal itu membuat perusahaan penyedia listrik Sarawak Energy Berhad mengalami kerugian sekitar US$ 2 juta.